Lewati ke isi

Persyaratan Sistem (Requirements) dan Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menginstal Docker

Sebelum Anda menginstal dan menjalankan Docker di komputer atau server Anda, ada beberapa persyaratan sistem (baik hardware maupun software) yang harus dipenuhi.

1. Persyaratan Perangkat Keras (Hardware Requirements)

Secara umum, Docker membutuhkan spesifikasi berikut agar dapat berjalan dengan lancar: - Prosesor (CPU): Wajib menggunakan arsitektur 64-bit (x86_64 / AMD64) atau ARM64 (seperti prosesor Apple Silicon M1/M2/M3). - RAM: Minimal 4 GB (Disarankan 8 GB atau lebih jika Anda berencana menjalankan banyak container yang berat secara bersamaan seperti database besar atau aplikasi Java). - Virtualisasi: Fitur virtualisasi dari prosesor (Intel VT-x atau AMD-V) wajib diaktifkan melalui pengaturan BIOS / UEFI.

2. Persyaratan Sistem Operasi (OS Requirements)

a. Windows

Untuk menggunakan Docker Desktop di Windows, PC Anda harus memenuhi syarat: - Versi: Windows 10 (Build 19044 ke atas) atau Windows 11 (versi 64-bit). - Backend Virtualisasi: - Sangat disarankan menggunakan WSL 2 (Windows Subsystem for Linux 2) sebagai backend, karena jauh lebih cepat dan ringan dibanding Hyper-V tradisional. - Alternatif lain adalah mengaktifkan fitur Windows bawaan yaitu Hyper-V dan Containers.

b. macOS (Apple)

  • Versi macOS: Mendukung macOS versi terbaru (biasanya 3 versi major release terakhir).
  • Mendukung penuh chip Apple Silicon (M-series) maupun Mac berbasis Intel.
  • Docker Desktop untuk Mac akan secara otomatis mengelola virtual machine Linux (menggunakan Hypervisor framework dari Apple) di balik layar.

c. Linux (Ubuntu, Debian, CentOS, dsb.)

Docker berjalan secara native (asli) di atas kernel Linux, sehingga performanya paling maksimal dan tidak butuh virtual machine perantara seperti di Windows/Mac. - Kernel Linux: Minimal versi 3.10 atau yang lebih baru (semua distribusi Linux modern saat ini sudah memenuhinya). - Arsitektur: Mendukung x86_64, armhf, arm64, s390x, ppc64le. - Hak Akses (Privileges): Instalasi membutuhkan hak akses root atau pengguna biasa (sudo). Pasca-instalasi, sangat disarankan menambahkan user Anda ke dalam grup docker agar bisa menjalankan Docker tanpa harus mengetik sudo terus menerus.

3. Hal-Hal Lain yang Harus Diperhatikan

  • Koneksi Internet: Dibutuhkan untuk mengunduh image (blueprint aplikasi) dari Docker Hub saat pertama kali melakukan proses docker pull atau docker run.
  • Kapasitas Hardisk: Image Docker bisa berukuran sangat besar (bisa mencapai bergiga-giga). Pastikan Anda memiliki sisa ruang disk yang lega, dan sesekali bersihkan image atau container yang tak terpakai menggunakan perintah docker system prune.
  • Konflik Port: Karena container berpotensi mengekspos port jaringan ke host (komputer Anda), pastikan port yang ingin dipakai (misalnya port 80 untuk web, port 3306 untuk MySQL) belum digunakan oleh aplikasi lain di OS Anda.